Warna dirgahayu mulia diraja
turun menyalit sang rakyat marhaen
bangkit dari pembodohan
si tua separuh abad berkuasa
apa ia fikir, katak tidak bisa keluar dari tempurungnya?
kami belajar,
dari saksi mata kurniaanNya
dari deruan bisikan yang kian memekakkan
jua dari guru pengalaman manusiawi
tidak mahu selamanya begini
Sedih,
bila masih ada yang tidur nyenyak
dibuai mimpi indah yang realitinya mengerikan
ia selesa tatkala lainnya sengsara
ia enggan peduli
asalkan perut dan dompetnya terisi
mulutnya kekal bisu
dua matanya berpura buta
telinga pasang namun ia tuli
Dulu,
berarak bersuara laungkan tuntutan
bermodal demokrasi himpunan terjadi
namun apa daya,
yang aman bertukar kacau
saat campur tangan si penurut perintah
arahan dari atasannya
demi 'amankan' suasana
kucar-kacir ia sebar berita
Kini,
setelah berarak ia tegah
semangat massa takkan tersanggah
serata negara turun menjengah
ayuh DUDUK dan BANTAH!
Wallahu a'lam
Lama tanpa nukilan
Terlalu banyak kisah yang berlaku sepanjang periode 'rehat' dari nukilan alam maya
Ada kisah indah buat hati berbunga-bunga
Juga episode sedih, kecewa berselit elemen sesal
Kerana lumrah aku manusia
Lemah, hakikat kejadianku begitu
Aku mencari ruang segenap itu
tempatkan diriku di celahan
biar sempit namun terasa luas
Sendiri, antara rasa dan hakikat
juga takdir hujung
Sendiri, walau ramai sekali
buatku takut melangkah
bertingkah juga ku tidak bisa
gagap semua yang aku petah
Bawa diri jauh dari ramai
seketika ku bawa hati menyendiri
refleksi segala silam yang takkan terputar kembali
hingga saat dihitung kanan dan kiri
Aku insafi khilafnya diri
terkadang sesat, alpa
dibuai arus dunia
dijangkiti wahan akhir zaman
Meski mulut terkumat kamit
memohon segala yang indah
untuk yang fana, juga yang abadi
Meski nadi terus bergerak ikut perintah
aliran cairan merah masih berkadaran fitrah
Apa sudah hilang manisnya
pada ibadah?
Wahai Sang Penciptaku,
ampuni diri ini, kembali kepada Mu
tanpa hijab yang menghalangi
tanpa calitan noda, cinta yang suci
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar,
tetapi belukar yang baik
yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar
Jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil
tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya
Bukan besar kecilnya tugas
yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Tiada yang dimuliakan dalam hiduo ini oleh Allah
melainkan kerana akhlaknya dan ketaatan kepadaNya
Karya : Taufik Ismail
Wallahu a'lam







